Sebelum membuat janji temu, mahasiswa wajib membaca dan menyetujui poin-poin di bawah ini.

  1. Mahasiswa dapat membuat janji temu untuk berkonsultasi tentang hal-hal yang terkait dengan proses perkuliahan (e.g., tugas, ujian, project atau aktivitas perkuliahan yang lain), pembimbingan tugas akhir, dan diskusi di luar masalah akademik (e.g., urusan kemahasiswaan seperti PKM, kompetisi, dll.). Mahasiswa wajib menghubungi saya terlebih dahulu untuk membuat janji temu sebelum konsultasi. Saya tidak akan melayani permintaan konsultasi dengan mahasiswa yang tidak memiliki janji temu sebelumnya.
  2. Sebelum membuat janji temu, silakan menghubungi saya (baca: Bagaimana cara berkorespondensi dengan email?) untuk memberikan deskripsi secara detail tentang kebutuhan dan hal-hal yang ingin ditanyakan. Setelah itu, saya akan memutuskan apakah mahasiswa memerlukan janji temu atau tidak, karena sebagian besar pertanyaan/kebutuhan mahasiswa umumnya dapat dipenuhi dan diselesaikan cukup dengan korespondensi melalui email/chat saja tanpa bertemu langsung.
  3. Apabila saya memutuskan mahasiswa membutuhkan janji temu, maka saya akan mengirimkan booking link supaya mahasiswa dapat mencocokkan jadwal dan memilih platform pertemuan (daring/luring) yang sesuai dengan dengan kebutuhan.
  4. Secara umum, saya lebih cepat membalas permintaan/pertanyaan melalui email (baca: Bagaimana cara berkorespondensi dengan email?) daripada ketika dihubungi melalui aplikasi pesan instan, karena saya selalu mengecek email secara reguler. Saya juga menerapkan disappearing message timer selama 90 hari di WhatsApp sehingga tidak ada arsip percakapan yang tersimpan setelah 90 hari. Karena konteks aplikasi pesan instan adalah komunikasi yang sifatnya kasual (bukan formal/profesional), saya tidak akan membalas permintaan/pertanyaan mahasiswa melalui WhatsApp.
  5. Aplikasi pesan instan yang dapat digunakan untuk mengontak saya adalah Microsoft Teams (Baca: Platform apa yang akan digunakan untuk bimbingan/kuliah?), Discord, atau Keybase. Ketiga platform ini punya banyak keunggulan daripada WhatsApp, salah satunya adalah percakapan terenkripsi secara aman, atau setidaknya digunakan terbatas di internal Unair (MS Teams). MS Teams, Discord dan Keybase, secara default, selalu aktif di ponsel dan laptop saya.
  6. Secara umum, saya akan berusaha membalas semua pesan melalui email/MS Teams/Discord/Keybase dalam kurang dari 2️⃣ hari kerja. Oleh karena itu, mohon untuk menunggu selama 2️⃣ x 2️⃣4️⃣ jam di hari kerja untuk menunggu balasan dari saya, sebelum mengirimkan email atau pesan di Discord untuk menindaklanjuti pesan yang belum terbalas.
  7. Silakan hubungi saya kapan saja. Saya tidak keberatan menerima email/chat MS Teams atau Discord dari mahasiswa di tengah malam sekalipun. Kadang-kadang, saya juga hanya punya waktu di malam hari untuk membalas email/chat mahasiswa. Mahasiswa juga tidak harus segera membalas pesan yang saya kirimkan ketika jam istirahat - pesan tersebut dapat dibalas kapan saja.

🔝 Prioritas

Mahasiswa bimbingan tugas akhir (e.g., skripsi, tesis, disertasi) akan mendapatkan prioritas pertama, mahasiswa peserta mata kuliah yang saya ampu akan mendapat prioritas kedua, sedangkan untuk mahasiswa Universitas Airlangga (baik di Fakultas Psikologi atau yang lainnya), yang bukan termasuk kategori pertama dan kedua, akan mendapatkan prioritas terakhir.


❌ Saya tidak melayani janji temu dari…

  1. Mahasiswa yang ingin bertanya tentang tugas, ujian, atau project untuk mata kuliah yang tidak saya ampu.
  2. Mahasiswa yang ingin berkonsultasi tentang tugas akhirnya, tetapi dosen pembimbing tugas akhirnya bukan saya. Tetapi, saya tetap bersedia melayani apabila mahasiswa sudah memberi tahu dan direkomendasikan dosen pembimbing tugas akhirnya untuk berkonsultasi dengan saya. Dalam hal konteks ini, saya berharap dosen pembimbing tugas akhir ybs juga menghubungi saya secara langsung untuk mengkonfirmasi bahwa mahasiswa tersebut membutuhkan konsultasi dengan saya.
  3. Mahasiswa yang ingin mengecek apakah analisis data yang mereka lakukan di SPSS/jamovi/R sudah benar atau tidak. Saya tidak punya kewajiban untuk mengecek hal ini, kecuali kalau mahasiswa mengerjakan tugas akhir di bawah supervisi saya.

<aside> 🤷‍♀️

Berkaitan dengan poin nomor 2️⃣, konsultasi ”informal” seperti ini, meskipun saya bisa dan ingin membantu mahasiswa, justru akan merugikan mahasiswa karena bisa berdampak negatif pada dinamika relasi mahasiswa dengan dosen pembimbing yang ditugaskan. Risiko ini makin besar ketika saran dan umpan balik yang saya berikan, berbeda atau bahkan bertolak belakang dengan dosen pembimbing yang ditugaskan. Selain itu, hal ini bisa berdampak negatif pada hubungan profesional saya dengan kolega saya.

</aside>


📏 Bagaimana dengan permintaan menjadi rater alat ukur?

Secara umum, semua permintaan menjadi rater alat ukur akan saya tolak. Berikut alasannya: